Cari Blog Ini

Kamis, 21 Agustus 2014

Rangkaian start stop dengan push button.

Menggunakan mcb 3 fase, magnetic contactor 3 fase, overload. Push button, on dan off.
Rangkaian ini juga bisa disebul rangkaian direct on line, atau dol.
Kontrol motor melalui tombol start stop, sedangkan pengaman nya menggunakan overload.


Legenda panji asmoro bangun

Panji asmoro bangun adalah legenda tanah Jawa. Terdiri dari beberapa cerita yang meliputi, cerita entit, timun mas, ande ande lumut. Ternyata cerita cerita tersebut berhubungan, dan menyebar ke berbagai pelosok nusantara dengan versi Yang berbeda beda. Misalnya di Thailand cerita panji berubah menjadi INAO dalam bahasa jawa berarti Inu atau nama panggilan Panji Asmoro Bangun saat menjalani pengembaraan di desa desa.Sedangkan di Kamboja Panji di ceritakan dengan bahasa EYNAO. Latar belakang sejarah kebesaran kerajaan Kadiri (Panjalu) dan kerajaan Jenggala. Panji Asmara bangun adalah putra dari kerajaan Jenggala sedangkan Dewi Sekartaji adalah putri dari kerajaan Panjalu. Dua kerajaan Ini memang sengaja di pisah oleh raja Airlangga. Untuk memperoleh masa keemasan kembali kerajaan tersebut ada beberapa kerabat kerajaan yang menginginkan untuk menyatukan kembali dua kerajaan tersebut. Salah satu Cara nya adalah dengan mengkawinkan Panji Asmoro Bangun dengan Dewi sekartaji. Namun ada beberapa kerabat kerajaan juga yang tidak menyetujui akan penyatuan kembali kerajaan tersebut, Lantas Kedua putra kerajaan tersebut saling berpisah dan memutuskan untuk mengembara dengan cara menemui Banyak sekali desa hutan dan rakyat jelata. Maka dari itu nama sebutan kedua putra raja tersebut sangat banyak Sekali. Legenda Panji tersebut terekam dengan baik dalam Kerajinan seni topeng malangan. Yang di besarkan Oleh Mbah Karimun, Kedungmonggo, Karang pandan Pakisaji. Di sanggar tersebut memang penuh sekali dengan Aktivitas, selain mengerjakan pesanan patung dalam Sanggar tersebut juga masih berlangsung berlatih tari, Dan melangsungkan pertunjukan. Topeng dalam kerajinan seni topeng malangan diKlasifikasikan menjadi 4 kategori yaitu

1. Karakter Antagonis dengan warna muka merah

2. Karakter Protagonis dengan warna muka emas dan

hitam

3. Karakter Adbi dengan kekasan wajah yang lucu

4. Karakter Hewan dengan bentuk topeng seperti kepala

hewan misalkan kerbau, banteng , ayam dan lain lain.

Dalam pertunjukanya Cerita panji di lakonkan oleh penari

penari topeng diiringi denga gamelan jawa, dan di sertai

oleh narasi dari sang dalang.

Sabtu, 15 November 2008

trinisat kenya

merupakan pasukan yang berjumalah tigapuluh orang yang terdiri dari perempuan berparas cantik. berperawakan tegap dan lincah. (mungkin kalo sekarang (PasPamPres). para perempuan nan anggun dan cantik ini bertugas mengawal sang raja mataram (baik sri susuhunan sultan agung yang bergelar sri susuhunan ing ngalaga mataram atau sultan agung hanyakrakuasuma, atau puteranya pangeran aria mataram yang bergelar amangkurat.) baik dari serangan fisik atau membenarkan tatakrama saat ada pertemuan besar dengan kanjeng sinuhun. para trinisat kenya di bolehkan membunuh para priyayi bahkan tumenggung sekalipun jika mereka memergoki ada orang yang menengadahkan kepala saat pertemuan di prabayeksa (istana inti) atau pada pertemuan lainya. para trinisat kenya mempunyai senjata senapan (merupakan hadiah dari duta duta besar kerajaan asin) yang dapat menembus dada para rakyat, priyagung, priyayi, tumenggung, atau tamu yang hadir.jika terlihat menengadah tanda tak hormat, atau dianggap sang raja memberontak. pada lapisan setagen ada keris nyote (terselip keris yang di taruh pada bagian depan perut) kalo ditanya kepiawaian berkuda jangan pernah meremehkannya, karena berkuda dan permainan tombak sangat digemari oleh para trinisat kenya ini. kususnya pada hari sabtu. selalu diadakan upacara setonan yaitu upacara permaian seni perang berkuda dan permaian bertombak yang diadakan di siti hinggil alun alaun selatan.

kedu

adalah suatu wilayah perdikan, yaitu sebuah wilayah yang di bebaskan untuk memberikan upeti kepada raja mataram, sejak sri susuhunan mataram ing ngalaga, wilayah ini jarang sekali mendapat intimidasi dari tugur (anak buah tumenggung yang berkelakuan seperti preman), ataupun gandek gandek (petugas kerajaan yang diutus secara kusus oleh susuhunan ing ngalaga mataram). dan wilayah perdikan ini meliputi utara gunung merapi dan daerah pelana antara merapi dan merbabu. konon daerah perdikan yang letaknya di lereng lereng gunung malah dijadikan jalur untuk menyelundupkan hasil bumi yang akan di jual penduduk menuju daerah pantai utara. untuk dijual oleh saudagar saudagar berperahu besar menuju ke betawi, malaka dan maluku.
daearah perdikan ini dianggap oleh orang orang kerajaan mataram sebagai pemberontak yang tidak terlalu berbahaya, (artinya membelot iya tapi menyembah raja juga iya) kecuali seperti daerah blambangan, pasuruan, atau bali sekalipun malah telah dicap susuhunan ing ngalaga sebagai lawan yang harus ditakhlukkan.
daerah perdikan ini membolehkan para penyelundup membawa barang hasil bumi, karena memberikan upeti dan mengikuti kerja bakti pada adalah lambang semakin terjajahnya rakyat di mata kasultanan. pemimpin pemimpin daerah perdikan ini menganggap dirinya raja raja kecil yang merdeka, namun masih dalam wilayah mataram